Membuat Brand Produk Makanan

Brand atau merek bisa menjadi aset paling berharga bagi suatu bisnis, sehingga merancang, membangun dan memperkuat brand adalah pekerjaan yang penting. Begitu juga dalam produk makanan, brand menjadi aspek penting agar bisnis semakin berkembang. Dalam membangun brand, terdapat banyak langkah yang perlu diambil. Selain melakukan konsultasi ke strategic branding consultant jakarta, berikut langkah langkah untuk membuat brand produk makanan.

Menentukan Nama Makanan yang Diolah

Bisnis dalam bidang makanan terdapat dua jenis nama, yakni jenis dan dagang. Nama jenis dalam hal ini adalah jenis makanan atau identitas dari makanan tersebut. Sedangkan nama dagang merupakan tanda berupa gambar, susunan kata, angka, warna, serta unsur. Dimana nama dagang tersebut memiliki pembeda yang digunakan untuk peredaran makanan di pasar.

Menetapkan Berat bersih Produk Makanan

Isi berat bersih merupakan pernyataan pada label makanan yang memberikan keterangan tentang kuantitas atau jumlah makanan yang diolah. Biasanya berat bersih akan dicantumkan dalam kemasan produk makanan. Dalam melakukan branding produk makanan, memberikan keterangan berat bersih merupakan hal yang penting untuk menyampaikan informasi kepada konsumen.

Nama dan Alamat Produsen Makanan

Biasanya pada makanan produksi dalam negeri, pasti selalu ada nama dan alamat produsen yang mengolah makanan tersebut yang tertera di bungkus. Namun untuk produk makanan yang diimpor dari luar negeri, biasanya akan tercantum nama dan alamat lengkap pihak produsen disertai dengan nama dan alamat distributor. Nama dan alamat dari produsen makanan akan memberikan informasi kepada konsumen.

Daftar Bahan Produksi yang Digunakan

Daftar bahan produksi merupakan keterangan rinci komposisi atau bahan bahan yang digunakan dalam proses produksi, yang dicantumkan dalam label secara lengkap dan terperinci. Biasanya bahan daftar produksi akan ditulis secara beruntun mulai dari bahan dengan jumlah yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Tentu saja, daftar komposisi tersebut berfungsi untuk meyakinkan konsumen bahwa bahan bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi.

Nomor Pendaftaran Produk Makanan

Di Indonesia, semua produk konsumsi harus mendapatkan pernyataan aman dikonsumsi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Biasanya BPOM mengeluarkan nomor pendaftaran yang terdiri dari 12 digit angka dan nomor tersebut akan diikutsertakan dalam kemasan. Sedangkan dalam tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota, akan ada nomor pendaftaran P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Dimana umumnya nomor tersebut ikut dicantumkan dalam label.

Mencantumkan Keterangan Kadaluarsa

Kadaluarsa merupakan batas suatu produk makanan. Pada setiap merek atau label makanan harus mencantumkan keterangan kadaluarsa atau batas aman konsumsi produk olahan. Tidak hanya itu, biasanya dalam kemasan juga akan dicantumkan saran atau petunjuk untuk penyimpanan. Sehingga informasi tersebut akan memberikan kemudahan bagi para konsumen.

Kode Produksi Dalam Produk

Saat konsultasi pada Strategic Branding Consultant Jakarta, biasanya akan diberi saran beberapa langkah dalam memberikan brand pada produk makanan. Termasuk juga mencantumkan kode produksi. Dimana hal tersebut akan memberikan penjelasan riwayat proses produksi olahan makanan pada kondisi dan waktu yang sama. biasanya kode produksi akan disertakan dengan tanggal produksi.

Itulah beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam membuat brand pada produk makanan. Selain sebagai tanda pengenal, Brand juga menjadi pembeda bisnis Anda dengan bisnis makanan yang lainnya. dalam membuat sebuah brand, janganlah asal asalan. Sebab kebanyakan pembeli akan sangat teliti dan berhati hati dalam memberi sebuah produk makanan. Dengan informasi dalam ulasan ini, semoga Anda dapat membuat brand produk makanan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *